PSM, “Pahlawan Tanpa WiFi Cepat” yang Selalu Hadir untuk Warga

  • May 14, 2026
  • KIM SAHABAT NGITLAOK
  • POJOK KELURAHAN

Di tengah kesibukan masyarakat dan padatnya aktivitas perkotaan, keberadaan relawan sosial sering kali menjadi sosok yang diam-diam bekerja tanpa banyak sorotan. Namun di Kelurahan Pohsangit Kidul, nama Imam Muttaqim sudah tidak asing lagi di telinga warga. Bukan karena menjadi artis atau selebgram, melainkan karena kiprahnya sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang dikenal selalu sigap membantu warga kapan saja dibutuhkan.

Bahkan sebagian warga bercanda menyebut, “Kalau ada masalah sosial, Pak Imam datangnya lebih cepat daripada sinyal internet muncul.”

Candaan itu memang terdengar lucu, namun menggambarkan betapa dekat dan aktifnya sosok Imam Muttaqim di tengah masyarakat. Sebagai relawan sosial senior di Kelurahan Pohsangit Kidul, Imam dikenal bukan hanya sebagai pendamping masyarakat, tetapi juga sahabat bagi banyak warga.

Mulai dari membantu warga sakit, mendampingi lansia, mengurus administrasi sosial, hingga ikut turun saat ada warga yang membutuhkan bantuan darurat, semuanya dijalani dengan penuh keikhlasan. Tidak jarang pula telepon genggamnya berbunyi di luar jam istirahat hanya karena ada warga yang membutuhkan bantuan mendadak.

“Kadang baru mau makan sudah ada telepon, kadang malam-malam ada laporan warga sakit. Tapi ya namanya membantu masyarakat, harus siap,” ujar Imam sambil tersenyum santai.

Menariknya, di balik kesibukannya sebagai relawan sosial, Imam Muttaqim dikenal memiliki gaya komunikasi yang santai dan penuh humor. Hal itulah yang membuat warga merasa nyaman ketika berinteraksi dengannya.

Banyak warga mengaku tidak sungkan untuk meminta bantuan atau sekadar berkonsultasi mengenai persoalan sosial. Bahkan ada yang bercanda bahwa Imam bukan hanya PSM, tetapi “paket lengkap” karena bisa menjadi pendamping sosial, motivator, hingga tempat curhat warga.

“Kadang warga itu kalau ketemu bukan langsung ngomong bantuan sosial, tapi malah cerita masalah keluarga dulu,” katanya sambil tertawa kecil.

Sebagai PSM Kelurahan Pohsangit Kidul, Imam Muttaqim memang telah lama aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dedikasinya dalam membantu masyarakat menjadikannya salah satu sosok yang cukup dikenal di lingkungan kelurahan.

Dalam kesehariannya, Imam sering terlihat berkeliling wilayah untuk memantau kondisi masyarakat. Mulai dari mendampingi warga kurang mampu, membantu pengurusan pelayanan sosial, hingga memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat terlayani dengan baik.

Namun pekerjaan sebagai relawan sosial tentu tidak selalu berjalan mulus. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan waktu, kondisi lapangan, hingga beragam karakter masyarakat.

“Kadang sudah jauh-jauh datang, ternyata orangnya masih mandi. Ada juga yang bilang sebentar, ternyata nunggunya sampai hafal suara ayam tetangga,” ujarnya disambut tawa warga sekitar.

Meski demikian, semua dijalani dengan penuh kesabaran dan rasa tanggung jawab. Baginya, menjadi relawan sosial bukan sekadar tugas, tetapi bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Keberadaan Imam Muttaqim juga dinilai membawa energi positif di lingkungan Kelurahan Pohsangit Kidul. Sosoknya yang sederhana dan mudah bergaul membuat dirinya diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

Tak heran jika banyak warga merasa terbantu dengan keberadaan relawan sosial seperti dirinya. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualis, sosok Imam menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial masih tumbuh dan hidup di lingkungan masyarakat.

Beberapa warga bahkan menganggap Imam sebagai “alarm sosial” kampung. Sebab ketika ada warga sakit, kesulitan ekonomi, atau membutuhkan bantuan, dirinya hampir selalu hadir lebih dulu.

“Kadang sebelum berita menyebar ke grup WhatsApp, Pak Imam sudah tahu duluan,” celetuk salah seorang warga sambil tertawa.

Bagi Imam Muttaqim sendiri, semua yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Ia berharap semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat tetap terjaga.

Menurutnya, membantu masyarakat tidak harus menunggu kaya atau memiliki jabatan tinggi. Hal sederhana seperti hadir ketika warga membutuhkan pun sudah menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.

Kini kiprah Sahabat Relawan Imam Muttaqim sebagai PSM Kelurahan Pohsangit Kidul terus mendapat apresiasi dari masyarakat. Sosoknya menjadi bukti bahwa relawan sosial memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan dan kepedulian di lingkungan masyarakat.

Di balik kesederhanaannya, Imam Muttaqim mengajarkan satu hal penting bahwa menjadi relawan bukan tentang ingin dikenal, melainkan tentang bagaimana bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dan bagi warga Pohsangit Kidul, keberadaan Imam Muttaqim bukan hanya sekadar PSM. Ia adalah sahabat warga, tempat bertanya, tempat meminta bantuan, sekaligus sosok yang selalu hadir dengan senyum dan candaan di tengah berbagai persoalan masyarakat. (Imuts)