EKSISTENSI RANTING NU POHSANGIT KIDUL DALAM MERAWAT PERADABAN

  • Sep 08, 2023
  • KIM SAHABAT NGITLAOK

Berada di batas Kota, Pohsangit Kidul seperti berada di persimpangan. Mau melebur menjadi bagian kota seutuhnya atau tetap mempertahankan nilai-nilai yang tumbuh di desa.  Apalagi, Pohsangit Kidul yang masuk Kota Probolinggo kini telah berubah menjadi pemukiman padat penduduk. Tak ada lagi yang pergi ke sawah lazimnya desa pada umumnya.

”Pohsangit Kidul memang berada di batas kota. Tapi, semangat gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan masih sangat tinggi di Pohsangit Kidul ,” kata Ust. Abdul Munib, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pohsangit Kidul.

Semangat dan nilai-nilai itu pula yang menjadi pendorong PRNU Pohsangit Kidul dalam menjalankan roda organisasi. Dalam memberi pelayanan kepada umat dan masyarakat. Peran utama yang diambil PRNU Pohsangit Kidul adalah bertanggungjawab dengan pendidikan generasi yang akan datang. Dan PRNU Pohsangit Kidul benar-benar merealisasikan peran serta tanggung jawabnya itu. Benar-benar aktif memberikan pendidikan agama kepada anak-anak.

Karena itu, meski setingkat ranting, hanya membawai satu Kelurahan, tapi dengan peran utama yang diambilnya itu, Ranting NU Pohsangit Kidul telah berhasil menjalankan program kemaslahatan. Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa, Pelatihan UMKM serta Kajian Kitab untuk Benteng Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. 

”Keberadaan NU di tengah masyarakat harus memberi manfaat. Dan itu pula yang terus kami jaga di kepengurusan ranting NU Pohsangit Kidul,” papar Abdul Munib. 

Kendati secara struktural dalam hirarki kepengurusan NU, Ranting NU berada di urutuan terbawah, namun sesungguhnya mempunyai tugas yang maha penting dan mulya. Sebab, tanpa keberadaan ranting, sulit program-program PBNU masuk ke masyarakat. 

Demikian dikemukakan Rais Syuriah Ranting NU Pohsangit Kidul, Kyai Samsul Hadi saat acara Kajian Kitab Fathul Muin, (03/9). Menurutnya, peran ranting NU sangat besar bagi pergerakan roda organisasi NU. “Minimal pengrus ranting menjadi penyambung lidah antara PCNU dan warga masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kyai Samsul Hadi meminta kepada segenap jajaran pengurus Ranting NU agar tidak menyia-siakan amanat yang telah diberikan warga NU, dan diharapkan bisa bekerja untuk kepentingan umat. “Sekecil apapun amanat itu jangan diabaikan. Tidak semua orang mau dan mampu jadi pengurus. Memang tidak ada apa-apanya.  Tidak ada gajinya. Gajinya adalah pahala dari Allah SWT,” lanjutnya. (KIM Sahabat Ngitlaok/Imuts)