“Segar Manisnya Bikin Balik Lagi”

  • May 20, 2026
  • IMUTS
  • BERITA UMKM

Es Tebu Buatan Ibu Endang Jadi Pelepas Dahaga Favorit Warga

POHSANGIT KIDUL – Di tengah cuaca panas yang menyelimuti wilayah Pohsangit Kidul, segelas es tebu dingin menjadi pilihan sederhana yang mampu menghadirkan kesegaran luar biasa. Hal itulah yang kini dirasakan banyak warga yang singgah di lapak es tebu milik Ibu Endang, pelaku UMKM lokal yang mulai dikenal karena cita rasa minumannya yang manis alami dan menyegarkan.

Setiap harinya, lapak sederhana milik Ibu Endang tampak ramai didatangi pembeli dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak sekolah, pekerja, pengendara motor, hingga warga sekitar rela berhenti sejenak hanya untuk menikmati segelas es tebu segar yang dibuat langsung menggunakan tebu pilihan.

Suara khas mesin pemeras tebu menjadi penanda aktivitas usaha yang terus berjalan hampir tanpa henti, terutama saat cuaca terik di siang hari. Gelas-gelas berisi cairan hijau kekuningan dengan tambahan es batu tampak tersusun rapi menunggu pembeli yang datang silih berganti.

Meski terlihat sederhana, usaha es tebu tersebut ternyata menyimpan perjuangan panjang. Ibu Endang mengaku memulai usahanya secara mandiri dengan harapan dapat membantu perekonomian keluarga. Berbekal semangat dan ketekunan, dirinya terus mempertahankan kualitas rasa agar pelanggan tetap datang kembali.

Menurutnya, menjaga kesegaran bahan baku menjadi kunci utama dalam usaha tersebut. Tebu yang digunakan dipilih langsung dalam kondisi segar sehingga menghasilkan rasa manis alami tanpa perlu banyak tambahan pemanis buatan.

“Kalau tebunya bagus, rasa minumannya juga lebih segar. Pembeli biasanya suka yang alami dan dingin,” ujarnya sambil melayani pelanggan.

Keberadaan usaha kecil seperti milik Ibu Endang menjadi contoh nyata tumbuhnya sektor UMKM di lingkungan masyarakat. Selain membantu menopang ekonomi keluarga, usaha tersebut juga memberikan warna tersendiri bagi geliat ekonomi lokal di kawasan kelurahan.

Tak sedikit pelanggan yang mengaku ketagihan dengan rasa es tebu buatan Ibu Endang. Selain harga yang terjangkau, porsi minuman yang cukup besar dan rasa manis alami membuat usaha tersebut semakin diminati masyarakat.

Beberapa pelanggan bahkan menyebut es tebu tersebut sebagai “penyelamat tenggorokan” saat cuaca panas melanda Kota Probolinggo. Ada pula yang sengaja datang kembali bersama keluarga maupun teman setelah sebelumnya mencoba minuman tersebut.

Di tengah menjamurnya minuman modern dengan berbagai varian rasa, usaha es tebu tradisional milik Ibu Endang justru tetap mampu bertahan dan memiliki pelanggan setia. Kesederhanaan rasa alami serta pelayanan ramah menjadi daya tarik tersendiri yang sulit tergantikan.

Kini, usaha kecil itu bukan sekadar tempat membeli minuman pelepas dahaga, tetapi juga menjadi simbol semangat pelaku UMKM lokal yang terus bergerak dan bertahan di tengah perkembangan zaman. Dengan senyum ramah dan segelas es tebu dingin di tangan, Ibu Endang membuktikan bahwa usaha sederhana pun mampu menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. (IMuts)