Semarak MTQ Kelurahan Pohsangit Kidul Tahun 2026

  • May 23, 2026
  • IMUTS
  • BERITA KEAGAMAAN

Pohsangit Kidul – Suasana penuh syiar Islam dan semangat generasi muda mewarnai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kelurahan Pohsangit Kidul yang digelar pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tahunan yang menjadi ajang pembinaan mental, spiritual, sekaligus pencarian bibit-bibit unggul Qurani ini berlangsung meriah sejak pagi hingga malam hari dengan diikuti para peserta dari berbagai musholla dan TPQ se-kelurahan.

MTQ tahun ini terasa begitu istimewa. Selain dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan para peserta, acara juga menghadirkan enam cabang lomba yang menjadi pusat perhatian warga. Keenam cabang tersebut meliputi Tilawah Al-Quran, Tartil Quran, Adzan, Kaligrafi Islami, Pidato Islami, serta Syahril Quran yang menjadi salah satu cabang paling menyita perhatian penonton.

Sejak awal acara dimulai, halaman lokasi pelaksanaan MTQ tampak dipenuhi warga yang datang bersama keluarga. Anak-anak mengenakan busana muslim terbaik mereka, sementara para orang tua duduk dengan wajah penuh harap melihat putra-putrinya tampil membawa nama lembaga masing-masing. Sesekali terdengar tepuk tangan meriah dan ucapan takbir dari para penonton ketika peserta berhasil tampil percaya diri di atas panggung.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan MTQ ini bukan sekadar perlombaan mencari juara, melainkan menjadi sarana membentuk karakter generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Quran. Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, kegiatan keagamaan seperti ini dianggap penting untuk menjaga semangat belajar agama di kalangan anak-anak dan remaja.

Namun di antara seluruh rangkaian lomba, perhatian masyarakat tertuju pada cabang Syahril Quran yang tampil memukau dengan perpaduan seni baca Al-Quran, narasi dakwah, dan kekompakan tim. Penampilan peserta dari TPQ Manhajul Quran berhasil mencuri perhatian dewan juri maupun para penonton. Dengan pembawaan yang tenang, suara lantang, serta penghayatan yang mendalam, tim tersebut sukses meraih Juara 1 cabang Syahril Quran.

Kemenangan itu menjadi momen yang sangat mengharukan bagi Ust Abdul Munib selaku pengasuh TPQ Manhajul Quran. Setelah pengumuman juara dibacakan, wajah beliau tampak berkaca-kaca menahan haru. Perjuangan panjang mendidik para santri akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.

Dalam keterangannya, beliau mengaku tidak menyangka anak didiknya mampu tampil begitu maksimal di hadapan dewan juri dan masyarakat. Menurutnya, kemenangan tersebut bukan hanya soal piala, tetapi menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, dan ketekunan dalam belajar Al-Quran akan selalu membawa hasil yang baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bangga dan terharu. Anak-anak berlatih dengan sungguh-sungguh selama beberapa minggu terakhir. Kadang latihan sampai malam, kadang juga harus mengulang berkali-kali karena masih kurang kompak. Tapi hari ini Allah menunjukkan hasilnya,” ungkap beliau dengan penuh rasa syukur.

Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu orang saja, melainkan berkat dukungan para ustadz, wali santri, dan semangat anak-anak yang tidak pernah lelah belajar. Ia berharap kemenangan ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mencintai Al-Quran dan meningkatkan kemampuan mereka.

Suasana haru semakin terasa ketika para santri TPQ Manhajul Quran saling berpelukan usai menerima trofi juara. Beberapa wali santri tampak ikut meneteskan air mata bangga melihat anak-anak mereka berdiri di atas panggung menerima penghargaan.

Meski penuh suasana khidmat, acara MTQ kali ini juga diwarnai canda hangat khas masyarakat kampung yang membuat suasana semakin akrab. Bahkan salah satu warga sempat berseloroh, “Kalau latihan Syahril Quran terus begini, nanti anak-anak bukan cuma juara MTQ, tapi bisa sekalian jadi komentator pengajian keliling.” Candaan itu pun langsung disambut gelak tawa para penonton.

Kegiatan MTQ Kelurahan Pohsangit Kidul tahun 2026 akhirnya ditutup dengan doa bersama dan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Masyarakat berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan setiap tahun agar semangat mencintai Al-Quran semakin tumbuh di tengah generasi muda.

MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana Al-Quran tetap hidup di hati masyarakat. Dan malam itu, di Kelurahan Pohsangit Kidul, semangat itu terasa benar-benar menyala. (Imuts)