“Ketua RT yang Dulu Bocor Saat Hujan, Kini Bisa Tidur Tenang”: Bedah Rumah BAZNAS 2025 Ubah Harapan Keluarga Pak Hamdani di Pohsangit Kidul

  • May 15, 2025
  • KIM SAHABAT NGITLAOK
  • BERITA SOSIAL MASYARAKAT

 

Program Bedah Rumah Tahun 2025 dari BAZNAS Kota Probolinggo kembali menghadirkan kisah haru sekaligus penuh kehangatan di Kelurahan Pohsangit Kidul. Kali ini, bantuan tersebut diterima oleh Bapak Moh. Hamdani Tohari, Ketua RT 02 RW 01, yang selama bertahun-tahun tinggal bersama empat anggota keluarganya di rumah yang kondisinya jauh dari kata layak huni.

Di mata warga sekitar, Pak Hamdani dikenal sebagai sosok sederhana dan aktif membantu masyarakat. Namun di balik kesibukannya mengurus lingkungan sebagai ketua RT, ia ternyata menyimpan perjuangan besar di rumahnya sendiri. Kondisi bangunan yang mulai rapuh, atap bocor saat hujan, hingga dinding yang memprihatinkan menjadi bagian dari keseharian keluarga kecil tersebut.

Ironisnya, sebagai ketua RT, Pak Hamdani lebih sering mendata rumah warga yang rusak ketimbang mengeluhkan rumahnya sendiri. Bahkan warga sekitar sering bercanda bahwa beliau adalah “RT anti curhat” karena lebih sibuk memikirkan kondisi warganya daripada keadaan rumah pribadinya.

“Kalau malam hujan deras, yang pindah tempat bukan tamunya, tapi kasurnya,” ujar salah satu tetangga sambil tertawa kecil mengenang kondisi rumah Pak Hamdani sebelumnya.

Meski penuh keterbatasan, keluarga Pak Hamdani tetap menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran. Bersama istri dan anak-anaknya, ia berusaha mempertahankan rumah sederhana itu agar tetap bisa ditempati dengan aman. Namun seiring waktu, kondisi bangunan semakin memerlukan perhatian serius.

Hingga akhirnya, harapan itu datang melalui Program Bedah Rumah BAZNAS Tahun 2025. Bantuan tersebut menjadi titik perubahan besar bagi keluarga Pak Hamdani. Rumah yang sebelumnya tampak kusam dan rapuh kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan manusiawi.

Proses pembangunan rumah itu pun menjadi perhatian warga sekitar. Suasana gotong royong terasa begitu hidup. Beberapa warga ikut membantu proses pengerjaan, mulai dari mengangkut material hingga membersihkan area sekitar rumah. Tidak sedikit yang merasa ikut bahagia melihat rumah ketua RT mereka akhirnya diperbaiki.

Menurut warga, bantuan tersebut sangat tepat sasaran. Sebab selama ini Pak Hamdani dikenal sebagai pribadi yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan selalu hadir ketika warga membutuhkan bantuan.

“Biasanya Pak RT yang datang bantu warga, sekarang gantian warga yang bantu Pak RT,” ungkap seorang warga dengan penuh keakraban.

Program Bedah Rumah dari BAZNAS ini bukan hanya memperbaiki bangunan fisik semata, tetapi juga menghidupkan kembali rasa optimisme sebuah keluarga. Rumah yang layak huni menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Kini, keluarga Pak Hamdani tidak lagi waswas saat mendung datang. Atap rumah yang dulu menjadi sumber kekhawatiran kini berubah menjadi pelindung yang benar-benar memberi rasa aman. Anak-anak pun dapat beristirahat dengan nyaman tanpa harus khawatir air hujan menetes di dalam rumah.

Perubahan itu menjadi bukti bahwa kepedulian sosial mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana yang sangat berarti. Program seperti ini diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

Di tengah perkembangan zaman dan hiruk-pikuk kehidupan kota, kisah Pak Hamdani menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian. Dan terkadang, kebahagiaan terbesar bukanlah rumah mewah bertingkat, melainkan rumah sederhana yang tak lagi bocor saat hujan turun di malam hari. (Imuts)